Two Port Components (Sebuah Pengantar Bond Graph: 2)
Bond graph secara ringkas telah dibahas di artikel sebelumnya beserta komponen-komponen dasar yang menyertainya. Di artikel ini, pembahasan akan lebih terfokus pada dua komponen yang punya dua port. Pembahasan dari komponen dua port ini akan menarik bagi Anda yang ingin mengenal
Jika kita membawa persamaan tersebut ke term yang lebih general, maka akan kita dapatkan persamaan berikut:
e1e2=f2f1=CTF
Di mana, e1 dan e2 adalah effort pada input dan output. Huruf f adalah variabel flow. CTF adalah konstan transformator yang tetap.
Jika kita susun kembali, maka persamaan di atas bisa diekspresikan sebagai berikut,
e1f1=e2f2
kita mendapatkan bahwa hasil perkalian effort dan flow adalah daya dan daya di sisi kanan sama dengan di sisi kiri. Dengan kata lain, transformator yang ideal menghantarkan energy secara sempurna tanpa loss. Konsep ini bisa dianalogikan ke domain energi selain elektrikal.
Sistem transformator adalah sebagai berikut F1P1=Q1v1=CTF
CTF dapat dikalkulasi dengan cara berikut:
V1i2=V2i1=CGy
Jika kita membawa persamaan tersebut ke term yang lebih general, maka akan kita dapatkan persamaan berikut:
e1f2=e2f1=CGy
Di mana, e1 dan e2 adalah effort pada input dan output. Huruf f adalah variabel flow. CTF adalah konstanta gyrator yang tetap.
Jika kita susun kembali, maka persamaan di atas bisa diekspresikan sebagai berikut,
e1f1=e2f2
kita mendapatkan bahwa hasil perkalian effort dan flow adalah daya dan daya di sisi kanan sama dengan di sisi kiri. Dengan kata lain, transformator yang ideal menghantarkan energy secara sempurna tanpa loss. Konsep ini bisa dianalogikan ke domain energi selain elektrikal.
Contoh lain gyrator adalah konsep pada motor DC, dimana pada bagian interkoneksi antara domain energi elektrik ke mekanika rotasi terdapat satu bond graph komponen berupa gyrator.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- two ports component bond graph
- analogi pemodelan transformer dan gyrator di berbagai domain energy
- bagaimana analogi pemodelan konversi dari satu domain energy ke energy yang lain
Transformator
Rumusan Umum
Konsep transformator ini diambil dari domain energi electric atau listrik. Jika kita menggambarkan transformator pada gambar di bawah, maka kita akan dapat persamaan berikut:
U1U2=I2I1=CTF
U1U2=I2I1=CTF
![]() |
Transformator diambil dari sini [Public Domain] |
e1e2=f2f1=CTF
Di mana, e1 dan e2 adalah effort pada input dan output. Huruf f adalah variabel flow. CTF adalah konstan transformator yang tetap.
Jika kita susun kembali, maka persamaan di atas bisa diekspresikan sebagai berikut,
e1f1=e2f2
kita mendapatkan bahwa hasil perkalian effort dan flow adalah daya dan daya di sisi kanan sama dengan di sisi kiri. Dengan kata lain, transformator yang ideal menghantarkan energy secara sempurna tanpa loss. Konsep ini bisa dianalogikan ke domain energi selain elektrikal.
Analogi di bidang Mekanika Rotasi
Untuk bidang mekanika rotasi, pertama kita harus identifikasi sistemnya karena konstanta transformator satu sistem dengan sistem lain bisa berbeda. Dua sistem di gambar untuk example of transformer satu dan dua punya persamaan umum yang sama, yaitu:
τ1τ2=ω2ω1=CTF
CTF nya bisa diidentifikasi dengan cara:
![]() |
Example of Transformer 1 by Irfan Bahiuddin under CC 2.0 License |
![]() |
Example of Transformer 2 by Irfan Bahiuddin under CC 2.0 License |
- Asumsikan bahwa kecepatan tangensialnya adalah sama sehingga
v1=v2 - Kecepatan tangensial sendiri dapat dirumuskan dengan v=ωD/2
- Sehingga didapatkan ω1D1/2=ω2D2/2
- Kita susun kembali persamaan tersebut sehingga didapatkan ω1ω2=D2D1
- Maka CTF=D1D2
Analogi di bidang Mekanik Translasi
Contoh sistem transformer di bidang mekanik translasi adalah jungkat-jungkit atau tuas. Dari ilustrasi di gambar, langsung bisa ditangkap bahwa rumusan umumnya adalah
F1F2=v2v1=CTF
![]() |
Example of Transformer 3 by Irfan Bahiuddin under CC 2.0 License |
CTF dapat dikalkulasi dengan cara berikut:
- Asumsikan bahwa kecepatan sudut/angularnya adalah sama sehingga
ω1=ω2 - Kecepatan sudut sebanding dengan kecepatan tangensial, dapat dirumuskan dengan v=\omegaL
- Sehingga didapatkan v1L1=v2L2
- Kita susun kembali persamaan tersebut sehingga didapatkan v1v2=L1L2
- Maka CTF=L2L1
Contoh Transformator pada Dua Domain Energy yang Berbeda
Komponen dengan dua port bisa menjadi interkoneksi antara dua sistem domain energi yang berbeda, sebagai contoh adalah sistem piston yang menghubungkan antara domain energi mekanika translasi menjadi domain energi hidraulik yang dapat diilustrasikan pada gambar di bawah.
![]() | |
|
CTF dapat dikalkulasi dengan cara berikut:
- Asumsikan bahwa gaya yang diaplikasikan piston dapat diekspresikan sebagai fungsi dari tekanan
P1=F1A - Maka CTF=1A
Gyrator
Konsep Gyrator ini diambil dari domain energi electric atau listrik. Jika kita menggambarkan gyrator ideal pada gambar di bawah, maka kita akan dapat persamaan berikut:V1i2=V2i1=CGy
![]() |
Ideal Gyrator By Catslash [Public domain], from Wikimedia Commons |
e1f2=e2f1=CGy
Di mana, e1 dan e2 adalah effort pada input dan output. Huruf f adalah variabel flow. CTF adalah konstanta gyrator yang tetap.
Jika kita susun kembali, maka persamaan di atas bisa diekspresikan sebagai berikut,
e1f1=e2f2
kita mendapatkan bahwa hasil perkalian effort dan flow adalah daya dan daya di sisi kanan sama dengan di sisi kiri. Dengan kata lain, transformator yang ideal menghantarkan energy secara sempurna tanpa loss. Konsep ini bisa dianalogikan ke domain energi selain elektrikal.
Contoh lain gyrator adalah konsep pada motor DC, dimana pada bagian interkoneksi antara domain energi elektrik ke mekanika rotasi terdapat satu bond graph komponen berupa gyrator.
![]() | |
|
Hubungan input dan outputnya adalah sebagai berikut:
U1ω2=τ2I1=CGy
Untuk mendapatkan nilai CGy, percobaan secara empiris perlu dilakukan. Perlu diingat, bahwa proses transfer energi di dunia nyata tidak ideal, pasti ada energi yang hilang. Maka, suatu konstanta efisiensi diperlukan untuk mengakomodasi energi yang hilang tersebut dalam perhitungan.
U1ω2=τ2I1=CGy
Untuk mendapatkan nilai CGy, percobaan secara empiris perlu dilakukan. Perlu diingat, bahwa proses transfer energi di dunia nyata tidak ideal, pasti ada energi yang hilang. Maka, suatu konstanta efisiensi diperlukan untuk mengakomodasi energi yang hilang tersebut dalam perhitungan.
Referensi dan Bacaan lebih lanjut
[1] Gawthrop, P. J. Bevan, G. P.,” Bond-Graph Modeling A tutorial introduction for control engineers” Journal of IEEE Control Systems Vol. 27 (2007).
[2] Ljung, L., and T.Gled. Modeling of Dynamic Systems. Prentice Hall, New Jersey, 1994. ISBN: 0-13-597097-0.
Related Articles

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Comments
Post a Comment